Global Aviation Law - Information on aviation personal injury law. Free no-obligation case consultation from national plaintiffs personal injury attorneys.
Button - Home
Button - About Our Firm
Button - Attorney Profiles
Button - Contact Us

Aviation Law Attorneys | Lawyers: Lieff Global attorneys have represented families of loved ones who died in the following aviation accidents*:

dot
2007 TAM Airlines crash in Brazil;
 
2007 Garuda Airlines crash in Indonesia;
 
2007 Adam Air crash in Indonesia;
 
2006 Gol Airlines crash in the Amazon, Brazil.
 
2006 Comair Bombardier CRJ-100 crash in Lexington, Kentucky;
 
2006 S7 Airlines Airbus A310 crash in Irkutsk, Siberia;
 
 
2005 Helios Airways Boeing 737 crash near Athens, Greece;
 
2005 Manhattan tourist helicopter crash in New York City, New York;
 
2005 Turbine Legend crash in Tucson, Arizona;
 
2005 Mandala Airlines Boeing 737-200 crash in Medan, Indonesia;
 
 
2004 Beech King Air 200 Crash in Bosnia-Herzegovina;
 
 
2004 Flash Airlines Boeing 737 Air Disaster off the coast of Egypt;
 
2003 Air Algerie Boeing 737 Crash at Tamanrasset, Algeria;
 
For information on earlier crashes and Lieff Global experience, click here.
 
  _____
*Our representation of clients in these cases has been by Lieff Global attorneys while at Lieff Global or prior to their joining our firm.
 

 

Pesawat Mandala Airlines Boeing 737 Jatuh di Medan, Sumatra, Indonesia

Ringkasan Terjadinya Kecelakaan
Tanggal 5 September 2005, pesawat Mandala Airlines Boeing 737-200 terjatuh segera setelah tinggal landas di Bandara di Medan, sebuah kota di kawasan timur laut Sumatra. Pesawat penumpang jet milik Indonesia ini sedang menuju Jakarta di tengah cuaca mendung saat menghantam sebuah kawasan yang padat penduduknya beberapa saat setelah mengalami tinggal landas yang penuh goncangan pada hari Senin, dan akhirnya meledak hingga menelan korban jiwa sebanyak 147 orang, termasuk orang-orang yang ada di daratan. Pesawat tersebut mengangkut penumpang 116 orang dan kru, dan dilaporkan bahwa 15 orang selamat dari bencana itu.
Kecelakaan pesawat Mandala Airlines ini adalah yang ke enam kalinya untuk musibah kecelakaan pesawat milik maskapai penerbangan besar di sepanjang bulan Agustus, bulan yang paling membawa maut bagi musibah kecelakaan pesawat sejak Mei 2002. Bulan April lalu, 334 orang tewas dalam kecelakaan di Peru, Venezuela, Yunani dan Tunisia. Sebuah pesawat Air France juga terbang terlalu jauh melintasi landasan di Toronto dan terbakar, tapi tidak ada korban jiwa.
Sanak keluarga korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines dipersilakan mengunjungi untuk mengetahui lebih jauh tentang hak-hak hukum mereka. Dengan senang hati kami akan menjawab pertanyaan Anda tanpa biaya dan tanpa kewajiban.
Penyelidikan Mengenai Kecelakaan (Sampai tanggal 7 September 2005)
Para penyelidik menyatakan bahwa mungkin penyebab jatuhnya pesawat Mandala Airlines Boeing 737-200 adalah karena mesinnya mati, setelah menemukan adanya kerusakan pada kipas dalam puing-puing pesawat itu. “Kami mendapati bahwa kipas di mesin dalam keadaan rusak. Kami pun mendapati bahwa ada tiga baut yang kendur di sirip dan sayap pesawat,” kata Setio Raharjo, yang memimpin tim penyelidik dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Namun Raharjo menyatakan pada para wartawan bahwa masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan. Dia juga memperingatkan bahwa perlu waktu untuk menganalisa ‘kotak hitam' pesawat.
Hak-hak Hukum Para Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat Udara
Kami menyadari, ini adalah saat yang amat menyakitkan dan penuh duka cita bagi pasangan, anak-anak dan sanak keluarga para penumpang dan kru yang tewas akibat jatuhnya pesawat Mandala Airlines. Seiring berlalunya waktu, mungkin Anda memiliki pertanyaan mengenai bagaimana dan mengapa kecelakaan itu sampai terjadi, hak-hak hukum Anda, kompensasi yang tersedia bagi Anda, dan tugas-tugas serta tanggung jawab hukum operator dan pabrik pesawat tersebut.
Hubungi Lieff Global
Para penumpang yang mengalami luka-luka dan keluarga korban tewas dalam kecelakaan ini dipersilakan menghubungi Lieff Global untuk mengetahui lebih jauh tentang hak-hak hukum mereka tanpa ada biaya atau kewajiban apapun. Harap klik http://www.globalaviationlaw.com/contact.htm. Atau Anda juga bisa menelepon kami di nomor bebas pulsa 1-800-541-7358.
Mengenai Lieff Global
Didirikan pada tahun 2007, Lieff Global LLP, adalah sebuah firma hukum nasional di Amerika Serikat yang berkantor di San Francisco dan New York.
Karya inovatif Lieff Global ini telah membantu menetapkan teladan agar penduduk di negara-negara di luar Amerika dapat mengajukan klaim di Pengadilan Amerika dan mendapatkan ganti rugi dalam jumlah besar dari pabrik di Amerika berdasarkan kecelakaan pesawat terbang di luar negeri, termasuk dari Boeing Corporation. Sudah lebih dari tiga puluh tahun kami mewakili para korban luka-luka dan sanak keluarga korban tewas akibat kecelakaan pesawat terbang dalam mengajukan tuntutan hukum. Kami telah mewakili para warga Amerika maupun Eropa dan Asia dalam mengajukan tuntutan hukum terhadap maskapai penerbangan di seluruh dunia.
Learn more about the services we provide our clients. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi http://www.globalaviationlaw.com/index.htm mengenai keahlian firma kami dalam berbagai menangani kasus kecelakaan dunia penerbangan.
Lieff Cabraser Heimann & Bernstein, LLP is uniquely positioned to handle the complex area of aviation law. We have over thirty years of experience litigating airplane crash cases worldwide. We have relationships with the foremost experts in the field of aviation safety and disaster analysis.
     Disclaimer/Attorney Advertising: Past success is not a guarantee of success in your case. The hiring of legal professionals is an important decision that should not be based on advertising alone. Please read our attorney advertising disclaimer.
       Copyright © 2007 Lieff Global, LLP